Rabu, 29 April 2015

Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib














Tata Cara Shalat Sunnah Rawatib 




















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Yang dimaksud dgn shalat Rawatib adalah shalat yg mengiringi shalat fardhu, baik sebelumnya yg disebut “Qobliyah”, ataupun sesudahnya yg disebut “Ba’diyah”. Tentang hukumnya shalat rawatib merupakan sunnah. Adapun macamnya shalat-shalat Rawatib tersebut ada dua macam diantaranya, Sunnah Mu’akkad (paling dianjurkan tuk mengerjakannya) kemudian Ghoiru Mu’akkad (tidak ditekankan tuk mengerjakannya).

















Diantara Shalat Rawatib Yang Mua’akkad ialah :

















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Dua rakaat sebelum shalat Shubuh (Qobliyah Shubuh).
Dua rakaat sebelum shalat Dzuhur (Qobliyah Dzuhur).
Dua rakaat sesudah shalat Dzuhur (Ba’diyah Dzuhur).
Dua rakaat sesudah shalat Maghrib (Ba’diyah Maghrib).
Dua rakaat sesudah shalat Isya (Ba’diyah Isya).
















Adapun shalat Rawatib yang Ghoiru Mu’akkad ialah
















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Dua rakaat sebelum Dzuhur yg dimaksud disini, bagi,  yg mengerjakan shalat Qobliyah Dzuhur empat rakaat, maka dua rakaat pertama Mu’akkad kemudian dua rakaat yg kedua tersebut Ghoiru Mu’akkad.
Dua rakaat sesudah shalat Dzuhur yg dimaksud disini, untuk orang yg mengerjakan shalat Ba’diyah Dzuhur empat rakaat, hingga dua rakaat yg perdana itu Mu’akkad kemudian dua rakaat yg kedua itu Ghoiru Mu’akkad.
Empat rakaat sebelum shalat Ashar (Qobliyah Ashar)Dua rakaat sebelum shalat Maghrib (Qobliyah Maghrib).
Dua rakaat sebelum Shalat Isya.















Waktu Mengerjakan Shalat Rawatib



















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Adapun untuk ketika tuk mengerjakannya yaitu mengiringi masa shalat tiap-tiap, seandainya shalat Qobliyah Shubuh dikerjakan sebelum mengerjakan shalat Shubuh, shalat Qobliyah Dzuhur dikerjakan sebelum shalat Dzuhur, Ba’diyah Dzuhur dikerjakan sesudah shalat Dzuhur, Qobliyah Ashar dikerjakan sebelum shalat Ashar, Qobliyah Maghrib dikerjakan sebelum shalat Maghrib, Ba’diyah Maghrib dikerjakan sesudah shalat Maghrib, Qobliyah Isya dikerjakan sebelum shalat Isya kemudian Ba’diyah Isya dikerjakan sesudah shalat Isya.













Cara Shalat Sunnah Rawatib












Sedangkan cara mengerjakan shalat Rawatib tersebut serupa dgn shalat sunnah lainnya hanya saja yg bertentangan ialah lafazd niatnya.
Lafazd Niat Shalat Sunnah Rawatib

Lafazd Niat Shalat Qobliyah Shubuh : USHOLLI SUNNATASH SHUBHI ROK’ATAINI QOBLIYYATAN LILLAAHI TA’AALAA. ALLAAHU AKBARU. Maksudnya : “Aku berkeinginan shalat sunnah dua rakaat sebelum shubuh karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.
Lafazd Niat Shalat Qobliyah Dzuhur : USHOLLI SUNNATADH DHUHRI ROK’ATAINI QOBLIYATAN LILLAAHI TA’AALA. ALLAAHU AKBARU. Maksudnya : “Aku berkehendak shalat dua rakaat sebelum Dzuhur karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.
    Lafazd Niat Shalat Ba’diyah Dzuhur : USHOLLI SUNNATADH DHUHRI ROK’ATAINI BA’DIYATAN LILLAAHI TA’AALAA. ALLAAHU AKBAR. Maksudnya : "Aku berkehendak shalat sunnah dua rakaat sesudah Dzuhur, dikarenakan Allah Ta’ala. Allahu Akbar".
 Lafazd Niat Shalat Qobliyah Ashar : USHOLLI SUNNATAL ‘ASHRI ROK’ATAINI QOBLIYATAN LILLAAHI TA’AALAA ALLAHU AKBAR. Maksudnya : “Aku berkehendak shalat sunnah dua rakaat sebelum Ashar, karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar".
 Lafazd Niat Shalat Qobliyah Maghrib : USHOLLI SUNNATAL MAGHRIBI ROK’ATAINI QOBLIYATAN LILLAAHI TA’AALAA. ALLAAHU AKBAR. Maksudnya : “Aku berkehendak shalat sunnah dua rakaat sebelum Maghrib, lantaran Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.
 Lafazd Niat Shalat Ba’diyah Maghrib : USHOLLI SUNNATAL MAGHRIBI ROK’ATAINI BA’DIYYATAN LILLAAHI TA’AALAA. ALLAAHU AKBAR. Artinya : “Aku berkehendak shalat sunnah dua rakaat sesudah Maghrib karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.
 Lafazd Niat Shalat Qobliyah Isya : USHOLLI SUNNATAL ISYAA’I ROK’ATAINI QOBLIYYATAN LILLAAHI TA’AALAA. ALLAAHU AKBARU. Maksudnya : “Aku berkehendak shalat sunnah dua rakaat sebelum Isya lantaran Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.
Lafazd Niat Shalat Ba’diyah Isya : USHOLLI SUNNATAL ‘ISYAA’I ROK’ATAINI BA’DIYYATAN LILLAAHI TA’AALAA. ALLAAHU AKBARU. Maksudnya : “Aku berkehendak shalat sunnah dua rakaat sesudah Isya dikarenakan Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.













Bilangan Rakaat Shalat Sunnah Rawatib
















Adapun untuk bilangan rakaat shalat Rawatib itu semuanya ada 22 (dua puluh dua) rakaat.


Anjuran Shalat Sunnah Rawatib
Rasulullah SAW bersabda : “Pertama kali amal (perbuatan) yg dihisab atas seorang hamba dalam hari kiamat (nanti) yaitu shalat, jadi jika (ternyata) shalat tersebut baik, maka baiklah semua amalnya, kemudian jika (ternyata) shalatnya rusak (jelek), maka rusaklah (jeleklah) semua amalnya”.

Dan Sabdanya lagi : “Pada tiap antara dua adzan (adzan kemudian iqamat) ada shalat (sunnah), pada tiap adzan lalu iqamat ada shalat (sunnah), dalam tiap adzan kemudian iqamat ada shalat (sunnah) sesudah mengatakan tiga kali, bagi siapa yg ingin mengerjakannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dua hadist tersebut memberikan pengertian untuk kita bahwa kita dituntut tuk menyempurnakan kemudian membenahi shalat fardhu kita, dikarenakan besok pada hari hisab (amal-amal manusia diteliti) dan shalatlah yg menjadi tolak ukur baik kemudian buruknya amal seseorang, maka apabila shalatnya baik, maka akan baiklah semua amal yang lain. Dan sebaliknya apabila shalatnya rusak (jelek), maka rusaklah seluruh amalnya. Jadi kita disyariatkan (diperintahkan) mengerjakan, shalat sunnah sehabis disyariatkan shalat fardhu yang lima waktu, tuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan dari shalat fardhu yg kita kerjakan sehingga jadi sempurna seperti yang kita harapkan. Serta yaitu perintah shalat Qobliyah, yaitu tiap antara adzan kemudian iqamat diperintahkan mengerjakan shalat sunnah.

Selasa, 28 April 2015

Menjauhi Adu Domba















Menjauhi Adu Domba























































Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Adu domba ialah perangai tercela yang menanamkan dendam diantara manusia, ini ialah sifat yang dibenci setiap muslim kemudian muslimah. Sifat yang buruk ini tdk bisa diremehkan, karena diantara ciri-ciri adu domba dan yang telah ditetapkan baginya, bahwa ia bisa memisahkan seseorang dengan kerabatnya, seseorang dengan teman-temannya, bahkan dirinya dengan anggota saudaranya sendiri.







































Mukhtashar Minhajul Qashidin




































Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Diantara kisah yang menggambarkan sensitifnya sifat terkait ialah sebagaimana disebutkan Syeikh Ibnu Qudamah di dalam kitabnya “Mukhtashar Minhajul Qashidin” bahwa seseorang menjual budak. Dia berkata pada pembelinya, budak ini tdk memiliki satu aibpun cuman saja dia menyukai mengadu domba, tdk menjadi soal bagiku kata pembeli.


























Sebenarnya tuanku tidak mencintai nyonya



































Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Sesudah beberapa hari budak tersebut berposisi dirumah pembeli, dia menghampiri tuannya seraya berkata, “Sebenarnya tuanku tdk mencintai nyonya. Walaupun begitu, dia selalu ingin menikahi nyonya. Jika nyonya menghendaki, saya bisa membujuknya supaya dia tdk menceraikan nyonya, lalu ambillah pisau tuk mencukur rambutnya tatkala dia tidur. Hal ini bisa menyihirnya, hingga dia senantiasa mencintai nyonya.”























sang tuan pura-pura tidur


















































Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Lalu budak tersebut berkata pada tuannya, “istri tuan berkomplot dengan seseorang dan kepingin membunuh tuan selagi tuan selagi tidur.” Maka sang tuan pura-pura tidur, lalu sang istri menghampirinya pelan-pelan sambil membawa pisau. Dia mengira istrinya benar-benar hendak membunuhnya. Maka dia segera bangkit dan membunuh istrinya. Keluarga sang istri mendatanginya, kemudian membunuhnya. Justru permusuhan merembet antara kabilah suami dan istri.































peperangan antara dua kabilah


































Adu domba mampu menimbulkan tindak pembunuhan, malahan peperangan antara dua kabilah. Di dalam masyarakat kita banyak terdapat peristiwa yang menunjukkan betapa luas akibat yang ditimbulkan adu domba. Sedangkan istri yang ideal punya sikap yang pasti di dalam menghadapi adu domba sesuai dengan hukum syari’at mengenai adu domba, bahwa; “tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (muttafaq alaihi).

Jika ada seseorang wanita yang menghampirinya kemudian mengucapkan perkataan yang buruk, kemudian hal ini seringkali terjadi, maka dia tidak mau mendengarkannya kemudian tidak memperdulikannya. Justru seandainya dibutuhkan dia membungkam mulut wanita itu kemudian menimpukkan batu kepadanya, sekedar tuk mengajarkan haramnya adu domba.

Ada kalanya seseorang berkata padanya, “Suamimu telah berbuat begini kemudian begitu”, maupun “Dia merasakan respek kepada masakan wanita lain”, maupun “Dia hendak menikah lagi”. Akan tetapi di dalam kondisi seperti apapun istri yang solehah kemudian ideal bisa pergi dari dari setiap cobaan dengan meraih kemenangan, rumah tangganya masih utuh dikarenakan memang dia sudah dipersiapkan sebagai istri yang ideal. An-Nawawy rahimahullah menyebutkan bahwa wanita yang menerima kedatangan orang lain yang akan mengadu domba kemudian mengatakan begini kemudian begitu padanya, harus bersikap sebagai berikut:












































Tidak membenarkan perkataannya, karena dia orang yang suka mengadu domba dan fasik.

































 Melarang tindakannya, menasihatinya kemudian menampakkan sisi keburukan perbuatannya.

 Membencinya sebab Alloh, dikarenakan dia ialah orang yang dibenci di sisi Alloh. Kita harus membenci orang yang dibenci Alloh.

Senin, 27 April 2015

Memakan Daging Katak dan Ular












Memakan Daging Katak dan Ular

























Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 , – Bolehkah makan daging Katak? Ataupun menyantap daging Ular? Meski barang kali terasa lezat dilidah, jangan lantas menyantapnya. Teliti dulu, bisa maupun tidak dikonsumsi!. Dalam Islam, ada binatang yg diperintahkan kemudian dilarang dibunuh. Lalu perintah itu berkaitan dgn kebolehan menyantap dagingnya.

















Yang Dilarang dan Diperintahkan Dibunuh















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Ada dalam beberapa jenis binatang yg dilarang dalam Islam untuk dibunuh, semacam semut, lebah, burung Pelatuk (Hud-Hud), burung Shurad dan Katak. Sebagaimana dalam hadits dari Ibnu Abbas beliau berkata, yg artinya: “Sebenarnya Nabi melarang membunuh empat hewan yaitu semut, lebah, burung Hud-Hud kemudian burung Shurad“ (HR: Ahmad dengan sanad yang shahih)

Dan Dari Abdurrahman bin Utsman bahwasanya adalah tabib bertanya kepada Nabi tentang katak yg dijadikan obat, lalu beliau melarang membunuhnya. (HR: Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah)













Demikian juga ada beberapa hewan yang diperintahkan dibunuh 




















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Demikian pula ada beberapa hewan yg diperintahkan dibunuh contohnya Tikus, Ular, Kala jengking, Srigala, Rajawali, Gagak dan Cicak, seperti ada dalam hadits, yg artinya: “Dari A’isyah beliau berkata, Rasululloh bersabda; Lima dari binatang keseluruhan jelek kemudian merusak dibunuh di luar tanah haram (tanah suci) kemudian di tanah suci, yaitu Gagak, Rajawali ,Kalajengking, Tikus, dan Srigala” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Sesungguhnya nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yg maksudnya: “Lima binatang jelek kemudian merusak, dapat dibunuh diluar tanah haram (tanah suci) kemudian di tanah suci, yaitu Ular, Gagak yg ada warna putih di perut atau punggung, Tikus, Srigala, dan Rajawali” (HR: Muslim)














Dari Ummu Syariek bahwa Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan membunuh Cicak. (HR: Al-Bukhari)
















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Dari A’isyah beliau berkata: “Sebenarnya Rasululloh menceritakan kepada kami bahwa Nabi Ibrahim sewaktu dilemparkan kedalam api, tidak ada seekor hewan pun kecuali memadamkan api dari beliau kecuali Cicak. Reptil ini malah meniupkan api kepada beliau, hingga Rasulullah memerintahkan untuk membunuhnya” (HR: Ahmad dan An-Nasa’i)















Hukum Makan Dagingnya
















Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memakan hewan-hewan tersebut yg terbagi dalam 2 pendapat, yaitu:

Pertama: Pantangan dan perintah membunuh tersebut membuktikan pantangan memakannya.
Hal ini karena dgn perintah membunuhnya-padahal beliau melarang membunuh hewan yg halal tanpa tujuan untuk dimakan-menunjukkan pengharamannya. Bisa difahami bahwa semua yg diperbolehkan membunuhnya tanpa sembelihan syar’i ialah diharamkan mengonsumsinya, sebab bilamana diperbolehkan, tentulah Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membolehkan membunuhnya. Berlandaskan hal ini, diharamkan memakan semua hewan yang ada perintah maupun pantangan membunuhnya. Imam Al-Khathabi sewaktu menjelaskan keharaman membunuh Katak (Kodok) menyatakan: “Dalam hadits ini ada penunjukkan pengharaman makan Katak kemudian ia tidak masuk dalam binatang air yg dihalalkan. Seluruh hewan yg tidak bisa dibunuh, alasannya dikarenakan salah satu dari dua hal yaitu kesucian di dalam dirinya, misalnya Manusia. Yang kedua dikarenakan pengharaman dagingnya seperti burung Hud-Hud, Shurad, dan sejenisnya. Jika Katak tidak diharamkan dgn alasan pertama, maka tentu pantangan itu kembali ke sebab yang lain. Rasulullah melarang menyembelih hewan kecuali untuk dimakan”. (lihat kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Daud).

Di antara ulama sekarang dalam menguatkankan pendapat ini adalah Syeikh Abdullah bin Abdurahman Ali Basam dalam kitab Taudhih Al-Ahkaam Syarah Bulugh Al-Maraam, beliau menyatakan: “Diantara ketentuan kemudian kaidah memahami hewan dan burung yg haram dimakan dagingnya ialah perintah syariat untuk membunuhnya.”

Kedua: Perintah membunuh hewan maupun pantangan membunuhnya tidak mesti menunjukkan pengharamannya.
Kemungkinan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya dikarenakan hewan itu menyerang kemudian mengusik orang. Sebaliknya, beliau melarang membunuhnya dikarenakan hewan ini tidak mengusik orang. Di antara ulama yg menguatkan pendapat ini ialah Syeikh Shalih Al-Fauzan. Beliau menyatakan: “Yang kuat menurut saya ialah pendapat ini, karena pada asalnya penghalalan kemudian pengharaman sebatas ada bila ada dalil yg memindahkan dari hukum asal. Oleh sebab itu, yg tidak ada dalil shahih (yang memindahkan hukum tersebut), hukumnya yaitu kehalalan jenis hewan ini (boleh dimakan). Sedangkan pendalilan tentang keharaman bentuk hewan dikarenakan perintah membunuhnya, tidak membuktikan pengharaman. Wallahu A’lam.”













Kesimpulan















Namun butuh dipahami bahwa di antara hewan-hewan yg disebutkan tadi, ada yg dilarang dgn sebab lain. Seperti binatang buas bertaring dan burung berkuku mencengkram seperti Srigala, Rajawali, Gagak, sehinga tidak dijadikan pertimbangan penghalalannya. Demikianlah pendapat para ulama sekitar persoalan ini, mudah-mudahan sanggup meluas wawasan kemudian ilmu kita.

(Sumber Rujukan: kitab Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Daud, Info Halal, Mukhtasar Sahih Muslim, Taudhih Al-Ahkaam Syarah Bulugh Al-Maraam)
ID Pengirim Abu Abbas melalui email

Minggu, 26 April 2015

Jual Beli Saham dan Obligasi














Jual Beli Saham dan Obligasi























Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 , Tidak perkara yg diragukan lagi bahwa jual beli saham serta obligasi banyak sekali timbul dalam praktek muamalah manusia hari ini, malahan yaitu amalan yg banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan bisnis. Hal ini karena itu maka kita akan bawakan dalam bahasan kita mulai dari maksud keduanya, perbedaan saham serta obligasi serta hukum jual beli keduanya.
Saham adalah bagian dari modal pokok perusahaan, baik perusahaan perdagangan, property, maupun perusahaan-perusahaan industri, Saham ini bisa berasal  dari pemilik perusahaan maupun pihak lain yg mengadakan perjanjian kerjasama.  Tiap saham merupakan komponen modal yg punya nilai sama (sesuai dengan nilainya, pent).












Obligasi














Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Obligasi  yaitu Surat perjanjian (pengakuan hutang) dari bank, perusahaan serta sejenisnya  pada pemegangnya dgn waktu pelunasan terpilih pula, pada dasarnya sesuai  dgn bunga yg ditetapkan dalam akad peminjaman antara perusahaan ,lembaga pemerintahan, atau perorangan. Kadang-kadang sebuah perusahaan menginginkan sejumlah harta (pinjaman) untuk perluasan usahanya, yg sanggup dilunasi dalam waktu yg panjang, sedangkan tidak ada yg dapat memberikan pinjamaan, maka akhirnya perusahaan itu menawarkan obligasi sejumlah yg diperlukan pada publik untuk membelinya, dgn memberikan bunga terpilih dalam satu tahun. Pemilik obligasi mengambil bunga tersebut hingga waktu tertentu (jatuh tempo), lalu dikembalikan hartanya kepadanya, dan tetap belaku kebiasaan muamalah dgn obligasi ini, serta dibuat sebagai ajang jual beli antar individu, layaknya barang-barang dagangan, jadi pembawa obligasi menjualnya pada lainnya, lalu dijualnya lagi pada yang lain, begitu seterusnya.



























Perbedaan Saham dan Obligasi
















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Saham menggambarkan sejumlah dari modal pokok sebuah perusahaan. Pemilik saham dipandang sebagai pemilik sejumlah asset dari perusahaan sesuai dgn kadar saham yg dia miliki. Adapun obligasi dipandang sebagai hutang perusahaan, lalu perusahaan berhutang pada pemilik obligasi tersebut.
Obligasi memiliki masa jatuh tempo untuk pelunsan hutang, adapun saham tidak memiliki kecuali semasa perusahaan itu dinyatakan dilikuidasi.
Penghasilan maupun kerugian pemilik saham tergantung dari prestasi perusahaan tersebut, tidak ada batasan khusus bagi keuntungan perusahaan, terkadang untung dgn keuntungan yg besar, serta terkadang rugi dgn kerugian yg besar. Pemilik saham sama-sama mengambil bagian dalam untung atau ruginya perusahaan. Kadang-kadang mereka mendapatkan keuntungan yg besar ketika perusahaan mendapatkan laba yg besar. Dan terkadang pula mereka rugi ketika perusahaan itu jatuh. Maing-masing mereka menanggung bagian untung atau rugi.

















pemilik obligasi dia memiliki bunga tetap yang dijamin ketika peminjaman






















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Adapun pemilik obligasi dia memiliki bunga tetap yg diyakinkan ketika peminjaman, yg dapat disimpulkan dari surat obligasinya, bunga tersebut tidak bertambah serta tidak berkurang. serta tudak menggambarkan adanya kerugian. Apabila mereka misalnya meminjamkan (membeli obligasi) seharga 3 Junaih (ukuran mata uang mesir) bagi tiap 100 junaih. Kemudian perusahaan itu untung 10 junaih bagi setiap 100 junaih, jadi mereka tidak akan mendapatkan lebih dari bunga yg sudah ditetapkan baginya. Sedangkan bagi pemilik saham mereka akan menjumpai 10 junaih dari setiap 100 junaih. Dan begitupun sebaliknya jika perusahaan itu jatuh serta rugi maka para pemilik obligasi akan tetap mendapatkan bunga yg sudah ditetapkan baginya, disaat para pemikik saham tidak mendapatkan sedikitpun kuntungan justru mereka menanggung beban kerugian.
Waktu perusahaan dilikuidasi, maka kedudukan tertinggi ada dalam pemegang obligasi dikarenakan dia merepresentasikan hutang perusahaan. Pemegang saham tidak memiliki hak atas harta perusahaan kecuali sesudah dilakukan semua hutang perusahaan. Bagi pemegang obligasi berhak untuk menuntut pengumuman kesialan perusahaan sewaktu perusahaan itu tidak bisa menunaikan kewajibannya (pailit).



















Hukum Jual Beli Saham ada dua macam:



















Saham pada perusahaan yg haram atau dari pendapatannya haram seperti dari bank-bank yg bermuamalah dgn riba atau perusahaan-perusahaan judi atau tempat-tempat keji, maka jual beli saham ini ialah haram, dikarenakan Alloh Subhanahu wa Ta’ala jika mengharamkan sesuatu, mengharamkan pula harganya, , disamping itu dgn membeli sahamnya bertanda dia telah melancarkan kerjasama dalam perbuatan dosa, Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yg artinya: “Dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa serta permusuhan” (QS: Al Maidah: 2)
Saham pada perusahaan yg mubah semacam perusahaan-perusahaan dagang yg mubah atau perusahaan industri yg mubah, maka yg seperti ini dibolehkan menanam saham padanya, berpartisipasi dengannya beserta jual beli sahamnya, jika sungguh perusahaan itu telah diketahui serta kerap beserta tidak ada penipuan serta ketidaktentuan yg berlebihan padanya, dikarenakan saham itu adalah sejumlah dari modal yg akan balik pada pemodalnya dgn keuntungan dari hasil perniagaan atau perindustrian, maka saham seperti ini ialah halal tanpa ada kewaswasan padanya.
















Hukum Jual Beli Obligasi


















Telah jelas dari keterangan yg lalu bahwasanya obligasi hakekatnya yaitu peminjaman dgn membuahkan penghasilan atau bunga, dikarenakan obligasi yaitu hutang perusahaan pada pemilik obligasi yg berhak selayak perjanjian untuk mendapatkan hasil terpilih dari pinjaman itu secara tahunan baik perusahaan itu untung atau rugi, maka dgn demikian ia masuk dalam lingkup transaksi riba, oleh sebab itu terbitnya obligasi sejak awalnya ialah perbuatan yg tidak sesuai dgn syari’at, maka jual belinya tidak boleh secara syari’at serta bagi pemilik obligasi ini tidak boleh menjualnya.

Tapi teknik kalau kalau obligasi itu berbentuk hutang yg sesuai dgn syari’at (tidak berbunga-pent) apa boleh menjualnya?

Ini masuk dalam pembahasan memasarkan hutang serta itu dibolehkan apabila menjualya pada orang yg berhutang dgn syarat diharuskan menerima gantinya di majlis (jual-beli) itu, dgn dasar hadits Ibnu Umar: Dulu saya memasarkan Unta di Baqi’ dgn uang dinar (uang dari emas), lalu kami mengambil gantinya berupa dirham (uang dari perak), lalu aku bertanya kepada Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam maka beliau menjawab, yg artinya: “Tidak mengapa jika kalian berpisah dalam keadaan tidak ada sesuatu diantara keduanya” (HR: Abu Dawud, Nailul Authar 5/157)

Adapun jika dijual pada selain yg berhutang, maka pendapat yg kuat pun dibolehkan jika dijual dgn selain uang seperti beras, gandum atau mobil. Adapun bila dijual dgn uang maka tidak sah dikarenakan hakekatnya ialah menjual uang secara kontan dgn uang yg kredit padahal syarat sahnya penjualan seperti itu adalah harus saling menerima (taqabuth) uang pada satu majlis jika jenis uangnya atau mata uangnya berbeda serta jika satu mata uang maka ditambah syarat lainnya yaitu disyaratkan sama nilainya, maka obligasi itu tidak boleh dijual dgn harga yg lebih rendah, jika dgn harga yg berbeda maka terjatuh dalam riba fadl dan nasi’ah.

(Sumber Rujukan: Ar Riba Wal Mu’amalat Al Mashrafiyah, Karya Syaikh Dr. Umar bin Abdul Aziz Al Mutrak, hal 369-375)

Jumat, 24 April 2015

Bagaimana Beriman Kepada Alloh









Bagaimana Beriman Kepada Alloh


















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Beriman kepada Alloh  Subhanahu wa Ta’ala yaitu rukun iman yang pertama. Rukun ini sangat penting dan istimewa kedudukannya di dalam agama Islam, hingga wajib untuk kita untuk mengilmuinya dgn benar agar melahirkan akidah yang benar tentang Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Bukanlah yang dimaksud dgn beriman kepada Alloh  Subhanahu wa Ta’ala itu semata-mata sekedar keyakinan yakni Alloh  Subhanahu wa Ta’ala itu ada, atau sekedar yakin yakni Alloh  Subhanahu wa Ta’ala yaitu satu-satunya pencipta, pengatur, yang menghidupkan, mematikan dan memberikan rizki bagi alam semesta.














perlu bagi kita untuk menelaah perkara 




















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Sungguh sangat ironis sekali dimana pemahaman salah ini bahkan dipegangi oleh segenap kaum muslimin yang membenarkan sudah paham terhadap iman, islam dan tauhid! Kalaulah memang benar apa yang mereka katakan, jadi orang-orang musyrikin yang diperangi oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam malah sudah mendahului mereka di dalam mengikrarkannya, sebagaimana hal tersebut banyak disitir di dalam Al Qur’an.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Katakanlah: ‘Siapakah yang memberikan rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran serta penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati serta mengeluarkan yang mati dari yang hidup serta siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab: ‘Alloh.’ Maka katakanlah ‘Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?’” (QS: Yunus: 31)
Maka dari itu penting bagi kita untuk menelaah perkara penting ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Beriman kepada Alloh disyaratkan berisi empat perkara, ialah:












Mengimani Adanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala


















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Hal ini dapat dibuktikan dgn fitrah, akal, dalil naqli dan indera. Adapun ditilik dari segi fitrah, setiap manusia mengakui hadirnya Tuhan tanpa disyaratkan berfikir dan belajar. Rosululloh bersabda, yang artinya: “Setiap anak lahir di dalam keadaan fitrah, lalu orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.” (HR: Bukhari dan Muslim).

Upaya kita bisa berfikir yakni tidaklah segala makhluk terlebih dahulu maupun saat ini kecuali pasti ada yang menciptakan. Mustahil mereka menciptakan diri sendiri hal ini karena sebelumnya tidak ada, dan yang tidak ada tidak dapat mencipta. Mereka pun tidak muncul secara kebetulan, hal ini karena teknik mungkin susunan alam yang seindah dan sangat teratur ini dgn mudahnya disebut terjadi secara kebetulan? Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (QS: Ath Thur: 35)
Di segi dalil syar’i, segala kitab samawi yang diturunkan pasti mendiskusi tentang adanya Alloh dan bermacam peristiwa yang disaksikan kebenarannya. Ini membuktikan kitab-kitab tersebut bermula dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Sedangkan indera kita lebih mudah untuk membuktikannya diantaranya ialah terkabulnya doa, mukjizat pada Nabi yang di luar kemampuan manusia. Ini tidaklah mungkin bermula kecuali dari Tuhan yang mengutus mereka.
















Mengimani Sifat Rububiyyah Alloh Subhanahu wa Ta’ala
















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Yakni kita menyakini yakni Alloh lah yang memiliki hak untuk menciptakan, berkuasa dan memerintah. Keyakinan seperti ini sudah dimiliki oleh kaum musyrikin zaman Rosululloh, justru tdk ada yang mengingkarinya kecuali orang-orang sombong yang mereka sendiri ragu terhadap ucapannya. Contoh konkretnya ialah Fir’aun, yang mengaku sebagai tuhan.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Alloh. Maha Suci Alloh, Tuhan semesta alam.” (QS: Al A’raaf: 54) dan “…kepunyaan-Nyalah kerajaan.” (QS: Fathir: 13).
Lihat pula bagaimana pengakuan kaum musyrikin tentang rububiyyah Alloh Subhanahu wa Ta’ala menceritakan di dalam Al Qur’an, yang artinya:  “Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’, niscaya mereka hendak menjawab: ‘Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.’” (QS: Az Zukhruf: 9)
Dengan demikian kita mengerti yakni yang memiliki kuasa memberikan rizki tidaklah malaikat, Nabi atau dewa fulan, pula yang menguasai dan mengatur berbagai macam urusan tidaklah syaikh fulan, wali fulan sebagaimana keyakinan sebagian orang. Tetapi hanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala  yang memberikan rizki, mengatur, menghidupkan serta mematikan.



















Mengimani Sifat Uluhiyyah Alloh Subhanahu wa Ta’ala














Yaitu hanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala  semata yang berwenang disembah serta diibadahi. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan Tuhanmu yaitu Tuhan Yang Maha Esa; tdk ada sesembahan yang haq melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS: Al Baqarah: 163).
Di sinilah posisi titik perpisahan antara seorang mukmin dgn seorang musyrik, dimana kaum mukminin hanya menujukan segala aktivitas ibadah hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala baik itu berupa doa, nadzar, sembelihan, haji, sholat dan ibadah-ibadah lainnya.
Adapun kaum musyrikin, meskipun mereka mengakui hak rububiyyah Alloh Subhanahu wa Ta’ala, mereka memutuskan sesembahan yang banyak dan beragam, baik berupa benda-benda mati seperti batu, pohon dan matahari. Atau juga sesembahan dari kalangan malaikat, nabi dan orang shalih yang dibuat sebagai penghubung antara mereka dengan Alloh Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana pembesar kerajaan yang jadi perantara kepada raja. Dan tidaklah seorang pembesar jadi penghubung bagi raja kecuali karena raja sangat butuh atau sangat takut padanya, hingga bila ada orang datang minta bantuan raja lewat perantara pembesar maka raja mengabulkannya dgn sebab kedudukan pembesar tadi. Sungguh, yang seperti ini tdk bisa disamakan dgn Alloh Subhanahu wa Ta’ala !













mereka berlomba-lomba dengan berbagai amal shalih 

















Para malaikat, nabi serta orang shalih sangat butuh kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, mereka berlomba-lomba dgn bervariasi amal shalih untuk dekat dgn Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala tdk butuh juga tidak takut pada mereka. Sehingga namun kedudukan mereka mulia di sisi Alloh, ini tdk berarti kita dapat mengambil mereka sebagai perantara, melainkan kita segera meminta pada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Alasan semacam itulah yang jadi hujjahnya kaum musyrikin dulu dan sekarang.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan orang-orang yang memutuskan pelindung selain Alloh (berkata): ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Alloh dgn sedekat-dekatnya.’” (QS: Az Zumar: 3).
Intinya kita dituntut untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan tidak menujukannya kepada selain Alloh, sebagaimana hal ini jadi manfaat dakwah setiap rosul. Sehingga mereka para rasul Alloh berkata pada kaumnya: “Sembahlah Alloh saja, sekali-kali tdk ada sesembahan yang haq bagimu selain Dia.” (QS: Hud: 50)

Mengimani Nama-Nama dan Sifat-Sifat Alloh Subhanahu wa Ta’ala
Yaitu dgn menetapkan nama dan sifat Alloh Subhanahu wa Ta’ala  sebagaimana telah diharuskan Alloh di dalam Al Quran atau telah diharuskan oleh rosul-Nya di di dalam As Sunnah, yang sesuai dgn kebesaran dan keagungan Alloh, tanpa tahrif (memalingkan makna dari makna yang semestinya), ta’thil (menolak nama atau sifat Alloh), takyif (membagaimanakan) dan tamtsil (menyerupakan dengan makhluk).

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Sebatas milik Alloh asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dgn menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran di dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: Al A’raaf: 180)

Dengan demikian, Keimanan kita kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala haruslah memuat seluruh empat hal yang di atas, tidak hanya satu atau dua saja. Sehingga kita katakan yakni keyakinan seseorang yakni Alloh Subhanahu wa Ta’ala itu ada ataukah Alloh Subhanahu wa Ta’ala itu satu-satunya pencipta belum cukup untuk dikatakan telah beriman kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, namun juga harus meyakini yakni Alloh Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya yang berhak disembah dan beriman kepada asma dan sifat Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Moga-moga Alloh Subhanahu wa Ta’ala menunjuki kita semua kepada aqidah yang shahih dan mewafatkan kita di dalam keadaan muslim. Sebatas kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala kita mohon pertolongan. Wallohu a’lam bish showab.

Kamis, 23 April 2015

Hukum Sujud Dan Melakukan Penyembelihan di Atas Kuburan














Hukum Sujud Dan Melakukan Penyembelihan di Atas Kuburan






















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Sujud lalu menyembelih di atas kuburan yaitu jenis pemujaan berhala Jahiliyah, hukumnya syirik akbar. Sebab sujud serta penyembelihan merupakan ibadah, kemudian ibadah tidak boleh diberikan kecuali hanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala semata. Barangsiapa memberikannya kepada selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala maka ia termasuk orang musyrik.


















Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sebuah sungai di syurga






















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yg maksudnya: “Katakanlah: Sebetulnya shalatku, sembelihanku, hidupku serta matiku hanyalah tuk Alloh, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya serta demikian itu-lah yang diperintahkan kepadaku serta aku yaitu orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala).” (QS: Al-Anam: 162-163). Dan yang artinya:  “Sebetulnya Kami telah memberi kepadamu sebuah sungai di syurga, maka dirikanlah shalat hal ini karena Rabbmu dan berkorbanlah (untuk-Nya).” (QS: Al-Kautsar: 1-2).

















berkorban dengan menyembelih di sisinya.






















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Dan selain ayat-ayat di atas, masih banyak ayat-ayat yang memperlihatkan bahwa sebenarnya sujud serta penyembelihan termasuk ibadah, dan melaksanakannya tuk selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala adalah syirik akbar. Tidak diragukan lagi, sebenarnya manfaat seseorang hadir ke kuburan untuk melakukan sujud di atasnya serta penyembelihan di sisinya yaitu demi mengagungi dan memuliakannya dgn sujud di atasnya lalu berkorban dgn menyembelih di sisinya.
















Alloh melaknat orang yang melindungi pelaku bid'ah


















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Imam Muslim meriwayatkan di dalam hadits yang panjang di Bab “Haramnya menyembelih tuk selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala  serta orang yang mengerjakannya terlaknat”- dari Ali bin Abi Thalib berkata, yg maksudnya: “Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam telah mengabarkan saya akan empat kalimat; Alloh melaknat orang yang menyembelih tuk selain Alloh; Alloh melaknat orang yang melaknat ibu bapaknya; Alloh melaknat orang yang melindungi pelaku bidah; serta Alloh melaknat orang yang merubah tanda-tanda di atas bumi.”


















Seseorang bernazar untuk menyembelih seekor unta di Bawanah























Dan Abu Daud meriwayatkan di dalam kitab Sunannya dari jalur Tsabit ban Ad Dhahak ia berkata, yang artinya: Seseorang bernazar tuk menyembelih seekor unta di Bawanah, maka Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam bertanya jawab: “Apakah di situ (dahulu) terdapat berhala dari berhala-berhala orang jahiliyah yang diibadati?” Mereka berkata: Tidak. Lalu Beliau berdiskusi lagi: “Apa dulu di situ terdapat perayaan dari perayaan mereka?” Mereka berkata: Tidak. Maka Rasululloh bersabda: “Penuhilah nazarmu, sebenarnya tidak ada jenis pembayaran pun tuk nazar maksiat kepada Allah, dan nazar pada apa yang dimiliki oleh orang lain.”












 perbuatan terlaknat

















Oleh sebab itu berkaitan yang disebutkan tadi membuktikan bahwa orang yang menyembelih tuk selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala merupakan perbuatan terlaknat,. Dan hadits juga menampakkan bahwa haramnya menyembelih di suatu tempat, hal mana di tempat itu diagungi (tempat pengagungan) selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala  contohnya berhala, kuburan, ataupun area dimana di tempat itu berkumpulnya orang-orang jahiliyah (orang yang membuat syirik), dan mereka merayakan serta mendatanginya, walaupun mereka meniatkan perbuatan itu lillah hal ini karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan salawat serta salam atas Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dan keluarga beliau dan para sahabatnya sekalian.

(Sumber Fatwa: Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiyah dan Fatwa KSA, diterjemahkan oleh Abu Abdillah dengan sedikit perubahan redaksi)

Rabu, 22 April 2015

Syariat Islam Mengenai Ilmu Tenaga Dalam










Syariat Islam Mengenai Ilmu Tenaga Dalam





















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Tenaga dalam termasuk salah satu bentuk ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa), terkadang-kadang kemampuan ini berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala, selayak yang dianugrahkan untuk wali-wali-Nya. Dan ada kalanya berasal dari syaiton yang kemudian sering dianggap bagai anugrah ilahi, selayak yang diperlihatkan oleh wali-wali syaiton tersebut.















dapat dibedakan dengan dua tinjauan



















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Berdasarkan para ulama, diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahulloh, antara kedua ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa) dapat dibedakan dgn 2 tinjauan.
Yg Pertama merupakan melalui kondisi orang yang mendapatkannya. Apabila orang yang mendapatkannya adalah orang yang bertakwa, dari kalangan ahli tauhid, memiliki Ilmu dalam Syariat Islam yang shohih, ikhlas dalam beribadah, tdk mengamalkan amalan-amalan bid’ah ialah amalan ibadah yang tdk mencontoh tuntunan Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian tidak merupakan termasuk pelaku maksiat, jadi bila ia mendapatkan ‘khawariqul ‘adah’ bertanda itu termasuk anugrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya bila yang mendapatkannya tidak merupakan dari kalangan ahli tauhid, layaknya halnya orang-orang yang suka menjalankan perbuatan syirik, seperti memohon berkah melalui kuburan orang-orang yang dikeramatkan, mengadakan acara ‘haul’ (merayakan hari ulang tahun kematian) dan lainnya, maka yang diperolehnya yaitu ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa) yang berasal dari Syaithan.

















tidak menjaga batas-batas pergaulan antara pria dan wanita


















Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Begitu juga bila yang memperoleh adalah yang hobi melancarkan perbuatan bid’ah, seperti membaca dzikir-dzikir yang tidak disyari’atkan. Seperti dgn membatasi jumlah-jumlah, bentuk-bentuk, suara-suara, atau cara-cara terpilih yang tdk ada contohnya dalam syari’at. Atau orang yang suka berbuat maksiat. Misalnya tidak melindungi batas-batas pergaulan antara pria serta wanita, tidak memelihara jenggot, meminum yang memabukkan, memakan harta riba, merokok, tidak menutup aurat serta lain-lain. Apabila demikian kondisi orangnya, maka ‘khawariqul ‘adah yang dihasilkan ialah bermakas dari Syaithan.















Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu 
















Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Yg Kedua termasuk melampaui sebab diperolehnya ‘khawariqul ‘adah’. Khawariqul ‘adah yang berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala sebatas bisa diperoleh dgn ketaatan, keimanan serta ketakwaan. Selain itu Islam tdk mengajarkan seorang muslim tuk beribadah tuk manfaat mendapatkan ‘khawariqul ‘adah’ (kemampuan luar biasa).
Bahkan itulah yang membedakan antara yang berasal dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan yang berasal dari Syaithan. Yaitu yakni ‘khawariqul ‘adah’ yang bermakas dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak dapat dipelajari manalagi dibakukan jadi sejenis ‘ilmu kedigdayaan’, sedangkan yang bermakas dari Syaithan dapat dipelajari serta dapat dibakukan menjadi suatu ilmu. Sekalipun secara zhahir dilakukan dgn membaca ayat maupun dzikir. Sebagaimana difirmankan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dgn sihir itu mereka sanggup menceraikan antara suami dan istrinya” (QS: Al-Baqarah: 102)















 anugrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala 















Ayat ini memperlihatkan, yakni ‘khawariqul ‘adah’ yang dapat dipelajari adalah sihir (berasal dari Syaithan), sedangkan yang berasal dari anugrah Alloh Subhanahu wa Ta’ala gaklah dapat dipelajari selayak sihir.














Referensi













(Sumber Rujukan: Fathul Bari X/223, Ibnu Hajar Al-Asqalani; Al-Furqan Baina Auliya’ir Rahman wa Auliya’isy Syaithan)